Powered by Bravenet Bravenet Blog

Monday, April 13th 2015

7:55 AM

Indonesia has been secretly researching the Sun and success!

Be so United is proud to have NASA in mid-March and then sending the aircraft without the crew to examine the Sun. Reasonable, if the superpowers do spaceresearch is quite extreme. What about Indonesia? Notmany people know if Indonesia has also researchedsimilar things.
 
Yes, we have to admit the level of research done by NASA, of coursedifferent from Indonesia. If NASAexamines the relationship between Earth and the Sun'smagnetism much further, Indonesia through EIGHTnew simply for space weather prediction.
khasiat sari buah merah papua
It was described by the head of the EIGHT-SpaceScience Centre, Clara Yono Yatini. According to him,this research has ever done is research related tospace weather. Doing research on the Sun and see how will it affect the Earth and the environmentantariksanya.
 
"The effect on the Earth, for example for radio communication and satellite communication, againstthe Earth's magnetic field. And how the spaceenvironment is affected by the Sun and then affect the Earth, "he said when contacted Merdeka.com, (11/04).
 
Further, he explained that the research that has beendone of its Board have been able to estimate howspace weather conditions. "We can already predictspace weather conditions in the next 24 hours. Well it is the activity of the Sun, its effects on the geomagnet, and also its effect on the ionosphere and radio communications and also communication withsatellites, "he explained.
http://lifetoshare.com/​
The study, he said, is done with international partnerswho in fact are the institutions from abroad. "We work with international partners in a number of other research, too," the lid.
0 Comment(s) / Post Comment

Wednesday, April 1st 2015

7:56 PM

awal mula televisi

Pada saat awal perubahannya, tv memakai paduan tehnologi optik, mekanik, serta elektronik untuk merekam, menghadirkan, serta menyiarkan gambar visual. Bagaimanapun, pada akhir 1920-an, system pertelevisian yang cuma memakai tehnologi optik serta elektronik saja sudah di kembangkan, di mana seluruhnya system tv moderen mengaplikasikan tehnologi ini. Meskipun system mekanik pada akhirnya tak akan dipakai, pengetahuan yang didapat dari pengembangan system elektromekanis sangat utama dalam pengembangan system tv elektronik penuh. 

Gambar pertama yang sukses diantar dengan cara elektrik yaitu lewat mesin faksimile mekanik simpel, (seperti pantelegraf) yang di kembangkan pada akhir era ke-19. Rencana pengiriman gambar bergerak yang memakai daya elektrik pertama kali di jabarkan pada 1878 juga sebagai " teleponoskop " (rencana paduan telephone serta gambar bergerak), tak lama sesudah penemuan telephone. Ketika itu, beberapa penulis fiksi ilmiah sudah memikirkan bahwa satu hari kelak sinar juga akan diantar lewat medium kabel, seperti nada. 

Inspirasi untuk memakai system pemindaian gambar untuk kirim gambar pertama kali dipraktikkan pada 1881 memakai pantelegraf, yakni memakai mekanisme pemindaian pendulum. Sejak itu, beragam tehnik pemindaian gambar sudah dipakai di nyaris tiap-tiap tehnologi pengiriman gambar, termasuk juga tv. Inilah rencana yang bernama " perasteran ", yakni sistem mengubah gambar visual jadi arus gelombang elektrik. 

1880-an : Cakram Nipkow 

Pada th. 1884, Paul Gottlieb Nipkow, seseorang mahasiswa 23 th. di Jerman, mematenkan system tv elektromekanik yang memakai cakram Nipkow, suatu cakram berputar dengan rangkaian lubang yang disusun dengan cara spiral ke pusat cakaram yang dipakai dalam sistem perasteran. Tiap-tiap lubang cakram diposisikan dengan selisihsudut yang sama supaya dalam tiap-tiap putarannya cakram itu bisa melanjutkan sinar lewat tiap-tiap lubang sampai tentang susunan selenium sensitif sinar yang membuahkan denyut elektrik. Bersamaan dengan penempatan posisi gambar yang difokuskan dipusat cakram, tiap-tiap lubang bakal memindai tiap-tiap " irislah " horizontal dari keseluruhnya gambar. Alat buatan Nipkow ini tak betul-betul bisa dipraktekkan sampai ada perkembangan dalam tehnologi tabung penguat. Tetapi, alat itu cuma bisa pancarkan gambar " halftone " — karena lubang dengan posisi spesifik dengan ukuran berlainan — lewat kabel telegraf atau telephone. harga tv led

Rancangan setelah itu yaitu memakai pemindai mirror-drum berputar juga sebagai perekam gambar serta tabung cahaya katode (CRT) juga sebagai piranti penampilan. Pada 1907, seseorang ilmuwan Rusia, Boris Rosing, jadi penemu pertama yang memakai CRT dalam piranti penerima dari system tv eksperimental. Dia memakai pemindai " mirror-drum " untuk kirim gambar geometrik simpel ke CRT. Tetapi, untuk merekam gambar bergerak masih tetap tidak bisa dikerjakan, lantaran kepekaan detektor seleniumyang rendah.harga tv led samsung

0 Comment(s) / Post Comment